Memulai Penelitian: Cari Judul atau …

 Berdasarkan pengamatan pribadi saya, banyak mahasiswa atau peneliti memulai penelitian mereka dengan bertanya: “judul apa yang akan saya bahas?”

Apakah bertanya seperti ini adalah awal yang baik?

Menurut saya itu bukan awal yang baik. Karena pertanyaan di atas bukanlah pertanyaan yang tepat untuk memulai sebuah penelitian. Tentu saja riset yang dimulai dengan kurang tepat akan menyita lebih banyak waktu dan tenaga.

Seorang mahasiswa atau peneliti sebaiknya tidak mulai dari memikirkan judul, akan tetapi mulai dari persoalan atau masalah apa yang akan dibahas. Dalam bahasa yang lebih operasional, hal ini disebut dengan persoalan penelitian atau research problem.

Berdasarkan berbagai sumber, persoalan penelitian adalah:

1.      Isu yang bersifat spesifik dalam disiplin ilmu tertentu. Isu tersebut biasanya berada dalam cakupan tema-tema yang ada dalam sebuah kajian. Contoh, bidang kajian ilmu pendidikan memiliki tema kajian seputar metodologi pembelajaran, bahan ajar, kurikulum dan lain sebagainya. Tema-tema di atas pasti memiliki isu yang dibicarakan, misalnya tentang penerapan metode pelajaran di kelas. Coba pikirkan isu-isu apa saja yang ada di disiplin ilmu kamu pelajari.

Di sini perlu ditegaskan sekali lagi, bahwa sesuatu disebut isu jika ia menjadi pembicaraan. Setiap bidang ilmu tentu memiliki hal-hal yang menjadi perhatian banyak pihak. Biasanya karena:

a.       Sangat sulit dilakukan dan diterapkan

b.      Hasil yang didapat tidak konsisten atau berbeda-beda

c.       Kesulitan yang dihadapi oleh sekelompok orang, yang perlu solusi

d.      dll

2.       Isu tersebut harus berupa gap (jurang), yaitu sesuatu yang belum dibicarakan pada penelitian sebelumnya. Untuk mengetahui apakah ada gap dalam isu yang telah ditentukan, maka kamu perlu membaca hasil penelitian sebelumnya.

Bisanya tidak ada isu yang benar-benar belum diteliti. Namun yang pasti adalah, setiap isu memiliki banyak aspek dan carilah aspek yang belum diteliti oleh peneliti terdahulu. Caranya adalah dengan membaca hasil penelitian. Misalnya, jika peneliti sebelumnya sudah melakukan penelitian pada penerapan metode belajar tertentu pada kelompok siswa di kota, maka kita tetap dapat meneliti isu ini, namun dari sudut pandang berbeda. Misalnya, penerapannya metode tersebut pada siswa yang belajar di desa. Ini akan menarik sebab mereka memiliki karakter berbeda belajar pada sekolah dengan fasilitas pendidikan yang tidak sama dengan di kota.

Lalu bagaimana supaya kita tahu apa saja isu dapat dijadikan persoalan penelitian. Ada beberapa cara, yaitu sebagai berikut:

1.      Pengalaman pribadi. Kamu bisa saja baru kembali dari praktik lapangan dan menemukan sesuatu yang menarik untuk dibahas. Luangkan waktu untuk berpikir tentang ini.

2.      Diskusi dengan pakar. Kamu dapat saja berbicara dengan orang-orang yang telah ahli, dosen misalnya, tentang apa yang menarik untuk dibahas.

3.      Bacaan. Kamu misalnya baru membaca koran yang menginformasikan sebuah masalah yang dihadapi sekelompok orang. Bacaan ini kemudian mesti dilanjutkan dengan membaca jurnal-jurnal. Jika di jurnal-jurnal ilmiah sudah dibahas, maka kamu dapat saja bertanya “kenapa sudah dibahas secara ilmiah, tetap saja terjadi permasalahan?” Nah, ini dapat dikembangkan menjadi penelitian

Ketiga cara di atas sebaiknya dikombinasikan agar dapat memperoleh pertimbangan yang lebih menyeluruh. Cara paling mudah adalah carilah dosen yang tepat untuk berdiskusi. Diskusi dengan teman boleh-boleh saja. Namun perlu diingat, bahwa yang menjadi rujukan utama kita adalah dosen, dengan asumsi bahwa dosen sudah sangat mengenal seluk beluk bidang keilmuan.

Jika sudah bertemu isu yang tepat, maka kamu dapat melanjutkannya dengan memikirkan judul penelitian.

Disclaimer: tulisan ini tidak untuk dikutip menjadi bahan makalah/paper

Di antara bacaan rekomendasi:

1.      https://library.sacredheart.edu/c.php?g=29803&p=185918

2.      https://www.scribbr.com/research-process/research-problem/

 

Komentar